Monday, July 29, 2013

Persamaan Tahajud dan Tarawih

Apakah sama antara tahajud dan tarawih? Apakah betul setelah sholat tahajud tidak boleh tidur lagi?

Istilah tahajud dan tarawih memiliki pengertian yang berbeda, tetapi cara pelaksanaannya hampir sama. kedua istilah ini sering juga disebut qiyamul lail (sholat malam). Tahajud, yaitu sholat yang dilakukan pada malam hari di luar bulan Ramadhan, yang dilaksanakan setelah sholat Isya dan diawali dengan tidur terlebih dahulu. Alloh swt. memuliakan orang yang suka melakukan sholat tahajud,

"Dan dari sebagian malam ini gunakanlah untuk bertahajud sebagai sholat sunah bagimu, semoga Tuhanmu akan membangkitkanmu pada kedudukan yang terpuji" (Q.S. Al-Isra:79).
Sholat tahajud bisa dilaksanakan awal malam (setelah Isya), tengah malam atau akhir malam (menjelang subuh/ sekitar jam tiga malam). tetapi alangkah baiknya jika sholat tahajud dilaksanakan pada tengah malam yang terakhir (sekitar jam dua atau tiga malam). sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat Imam Ahmad.

Suatu saat Abu Dzar r.a. ditanya oleh seorang sahabatnya, "kapankah waktu sholat malam yang lebih utama?" Abu Dzar menjawab, "Saya pernah menanyakannya pada Rasulullah saw., beliau bersabda, 'Pada tengah malam yang terakhir, tetapi sedikit sekali yang suka mengerjakannya". setelah sholat tahajud kita diperbolehkan untuk tidur lagi, sebagaimana dijelaskan dalam riwayat berikut ini. Aisyah r.a. berkata "Ssesungguhnya Rasulullah saw., sholat malam sebelas raka'at, termasuk di antaranya witir  satu raka'at. Apabila  beliau telah selesai sholat, beliau tidur menghadap ke kanan, hingga datang waktu azan. lalu beliau sholat dua raka'at dengan ringkas." (H. R. Muslim).

sedangkan jumlah tahajud adalah sebelas raka'at, sebagaimana dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan Imam Muslim. Abu Salamah bin Abdurrahman r.a. bertanya kepada Aisya r.a., "Bagaimana cara sholat  Nabi saw. dalam (malam) bulan Ramadhan?" Aisyah menjawab, "Beliau sholat tidak lebih dari sebelas raka'at, baik dalam bulan ramadhan mauoun di luar bulan Ramadhan. Mula-mula Beliau sholat empat raka'at. jangan tanya tentang bagus dan lamanya. Kemudian sholat empat raka'at lagi, jangan tanya pula tentang bagus dan lamanya. kemudian sholat witir tiga raka'at." Aisyah berkata, "Aku pernah bertanya kepada Rasulullah saw; apakah beliau tidur terlebih dahulu sebelum witir?" Maka Rasulullah saw menjawab, "Wahai Aisyah, kedua mataku memang kelihatan tidur, tetapi hatiku tidak." (H. R. Muslim)

Tata cara pelaksanaan sholat tahajud bukan hanya empat raka'at, empat raka'at, kemudian tiga raka'at, sebagaimana dijelaskan dalam riwayat di atas. tetapi juga bisa dilakukan dua raka'at sebanyak lima kali kemudian witir satu raka'at. hal ini dijelaskan dalam hadits. Dari Aisyah r.a. dia berkata, "Rasulullah saw. pernah sholat (tahajud) anatara waktu Isya dan Subuh sebanyak 11 raka'at. kemudian salam pada 2 raka'at, kemudian witir satu raka'at." (H.R. Bukhari).
kedua, tarawih, yaitu sholat yang dilakukan pada malam hari di bukan Ramadhan yang dilaksanakan setelah sholat Isya. Hukum sholat tarawih adalah sunah sebagaimana dijelaskan dalam hadis berikut. Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah saw. menganjurkan untuk mengerjakan sholat pada malam bulan Ramadhan, tetapi tidak mewajibkannya. Beliau bersabda, "Barangsiapa yang bangun pada malam bulan Ramadhan karena iman dan mengharapkan keridhoan Alloh, maka diampunilah dosa-disanya yang telah lalu." (H.R. Jamaah).

jumlah raka'at dan tata cara pelaksanaan sholat tarawih sama dengan sholat tahajud, yaitu 11 raka'at dengan formasi 4+4+3 atau 2+2+2+2+2+1. menurut sebagian besar ulama, sholat tarawih lebih utama dilakukan secara berjama'ah di masjid. hal ini merujuk pada keterangan berikut. 

kata Urwah bin Zubair, Aisyah bercerita kepadanya, "Rasulullah saw. pernah keluar tengah malam lalu beliau sholatt di masjid. mula-mula beliau diikuti oleh beberapa orang sahabat. tetapi mereka saling mengabarkan bahwa Rasulullah saw. sholat di masjid. sehingga yang mengikuti beliau akhirnya jadi bertambah banyak. malam kedua beliau keluar lagi, dan para sahabat yang mengikuti beliau sholat bertambah banyak. pada malam ketiga, masjid sudah penuh. pada malam keempat masjid penuh sesak sehingga tidak dapat menampung jama'ah yang ada. tetapi Nabi saw. tidak keluar lagi kepada mereka. karena itu beberapa laki-laki di antara mereka berkata, 'Sholat! Namun Nabi saw. tidak juga keluar menemui mereka hingga subuh. setelah selesai sholat subuh, beliau menghadap kepada orang banyak, kemudian beliau tasyahud, lalu bersabda, 'Aku tahu apa yang Anda lakukan tadi malam, tetapi aku takut kalau sholat (tarawiha0 itu wajib atas Anda sekalian, sehingga Anda tidak sanggup mengerjakannya."

Keterangan ini menegaskan bahwa tarawih pernah dilakuakn beberapa kali pada zaman Rasulullah saw. namun beliau tidak melanjutkannya karena khawatir dianggap wajib.

1 comment:

Guntur Setiawan said...

Tunjukan hadist kalau sholat tahajud dan sholat tarawih berbeda... ketika saya membuka hadist tentang sholat malam... ketika bulan romadhon atau bukan bulan romadhon nabi bangun malam utk melaksanakan sholat malam... dengan jumlah 8 dan 3 rokaat witir