Friday, November 30, 2012

Akhwat Galak VS Ikhwan Galau

      Seorang akhwat dikenal dengan kelembutannya, rasa empatik dan kesabarannya. Gambaran umum mengenai karakter akhwat tersebut tidak bisa digeneralisir. Tidak sedikit akhwat yang memiliki sifat seperti Umar, meski tidak pada tempatnya namun akhwat seperti ini perlu dipahami agar tidak terjadi electric shock ketika menemui akhwat jenis ini. Beberapa diantaranya bahkan lebih sulit mengaktifkan ke 17 ototnya untuk sekedar tersenyum dibanding mengaktifkan 43 otot lainnya untuk cemberut. mereka yang 'agak' sulit tersenyum memiliki beberapa faktor penyebab :
1. Sedang ada masalah
2. Raut muka yang sudah menjadi ciri khas
3. Secara biologis terjadi dinamika hormon
4. Sulit beradaptasi dengan lingkungan baru
5. Merasakan ketidaknyamanan pada suatu kondisi maupun lingkungan yang dihadapinya

       Meskipun faktor-faktor tersebut terjadi dan muncul, tidak menjadikan alasan seorang akhwat untuk tidak bisa tersenyum. karena pada hakikatnya tersenyum adalah sebuah pilihan. tersenyum memang sederhana, tapi efeknya cukup dahsyat salah satunya adalah menenangkan suasana hati serta menimbulkan efek bahagia pada diri (aspek internal) bahkan tersenyum berimplikasi secara eksternal pula, karena orang lain yang melihat seseorang tersenyum akan men-sugesti dirinya untuk turut bahagia. begitu pula sebaliknya, efek dari wajah yang cemberut akan men-sugesti orang yang disekitarnya dalam kesedihan, ketidakbahagiaan dan ketidaknyamanan bersama atau melihat akhwat cemberut itu. oleh karena itu, Rasululloh SAW dikenal dengan senyumannya yang dapat menenteramkan hati setiap orang yang melihatnya. 
       Bukan hanya ekspresi wajah yang bisa men-sugesti tindakan dan sikap, namun ekspresi literasi pun bisa, ekspresi melalui kata-kata mampu mendorong suatu tindakan, mempengaruhi pikiran, menjadi begitu emosional bahkan memotivasi pembacanya. berikut ini adalah percakapan dunia maya seorang akhwat yang tengah dilanda kesal dengan seorang ikhwan.
 
Ikhwan
asslm...pnya tmn gk yg mau seriusan...

Akhwat
wASlm sudah cukup ya
saya sdh mengenalkan ANDA dengan teman yg bisa membantu
tp sampai saat ini tdk ada niat baik dari ANDA
maaf saya tidak bisa membantu.
mohon maaf jika saya agak sedikit kasar. tapi saya sudah sungguh2 untuk mencarikan anda jodoh yang baik melalui perantara teman saya.
Ikhwan
tp gmna klo gk cocok dg keinginan...sya gk tau prosesnya...

Akhwat
kenapa harus mengulang pertanyaan yg sama?
sudah ribuan kali saya bilang, jika tidak cocok tidak usah diterima, apa susahnya?

Ikhwan
kan kasihan k akhwatnya atwh...klo udh ketemu gk cocok...
sya pngnnya diliatin dulu foto-fotonya sblm diketemukan teh..setidaknya sya ada gambaran gtu...

Akhwat
maaf saya sudah tidak bisa berkata2 lagi. saya cukupkan sekian.

Ikhwan
koq gtu sich....

Akhwat
kenapa harus saya yang dipusingkan?
satu lagi, setahu saya yang namanya ta'aruf. pasti tukeran foto dulu. Ya Allah, kenapa harus saya yg dipusingkan. anda tinggal berdisukusi dengan org yg saya kenalkan kemarin
beliau itu lebih ahli, kalau memang benar2 mau menikah, cobalah berusaha dengan jalan yang baik, bukan dengan membuat org lain yg sama sekali tidak berpengalaman dilibatkan

Ikhwan
oo gtu....prnh tmn sya yg mnta dijodohin trz langsung dprtemukan dg cewenya...trz tmn sya nya gk cocok secara fisik...

Akhwat
saya tahu kalau menikah wajar melihat dari fisik terlebih dahulu
kan saya sudah bilang ribuan kali bisa tukeran foto, astaghfirullah

Ikhwan
iyya ntar sya coba ngirim pesan lwt dia...

Akhwat
tapi kalau anda hanya mencari wanita krn fisik terus. saya yakin pasti anda akan menyesal pasti
yang namanya cantik, kulit putih bisa item, kulit kencang bisa keriput
org yg cantik bisa berubah drastis beberapa hari kemudian krn suatu penyakit dsb sehingga merubah fisikinya secara total

Ikhwan
sya nyari calon istri gk trlalu cntik dan gk trlalu jelek da....

Akhwat
terus? kenapa masih tanya terus ke saya?
diluar sana banyak yg g terlalu cantik dn g terlalu jelek

Ikhwan
sya udh chat koq tp blm dibals oleh ikhwan itu..

Akhwat
baru tadi kan?
sebentar saya hubungi beliau dulu

Ikhwan
iyya baru tadi...

Akhwat
hubungi lagi kalau beliau sudah online. knp g dr dulu utk menghubunginya.

Ikhwan
ya kan sya udh bilang td sya khwtr langsung diketemukan k cewenya...trz khatir sya gk cocok trs dipaksa...
berarti akhwat yg dh pngn nikah juga mnghubungi dia yaa...

Akhwat
saya mohon jangan buat pusing lagi. saya ini sudah pusing dg tugas, hrus online krn diskusi dg teman ttg tugas, jangan paksa saya memblok anda
anda ini terlalu rumit, sudah dikasih jalan yang mudah, dipersulit dengan prasangka2 anda

Ikhwan
gk boleh galak gtu atwh...hargailah setiap manusia itu hati dan pikirannya berbeda2...

Akhwat
mohon maaf jg sblmnya, saya sebenarnya dr awal menyangka niat baik anda untuk mencari istri memang sungguh2. tp selama ini saya liht kesungguhan anda blm terlihat
saya bukan galak tapi menegaskan. kalau satu kali, dua kali masih saya terima, tapi anda meminta saya untuk mencarikan jodoh untuk anda bhkan meminta saya ketemuan
dengan saya mengenalkan anda ke teman saya saya yakin bhwa anda memang sungguh2. bhkan sudah beberapa kali saya tawarkan ke teman2 saya
tapi da bgaimana saya blm berhasil menemukan jdoh untuk anda
tapi saya jadi ragu anda benr2 mencari istri yg baik, dg meminta saya ketemuan
tdk ada satupun wanita yg menjaga baik dirinya, jika dg begitu saja mau diajak ketemuan di mall. kecuali memang anak2 yg tdk tahu apa2

Ikhwan
emng ketemuan gk boleh gtu...yg sya tau ktmuan boleh2 ajah da yg gk boleh itu ngbrl berduaan tanpa ada saksi...

Akhwat
g boleh
seorang perempuan tanpa didampingi muhrimnya tidk boleh diluar rumah dg org lain *yg bukan muhrimnya
saya harap anda mengerti, krn laki2 yg baik bagi wanita yg baik, wanita yg baik bagi laki2 yg baik
itu kata Alloh,
kalau anda benar2 gentle, kalau anda menyukai seorg wanita yg anda kira pantas sebgai istri anda. yg perlu anda lakukan bkn dg mengajak menikah pd wanita itu
tapi meminta pada kedua org tuanya langsung
saya rasa itu perbuatan laki2 yg sangat gentle

Akhwat
saya yakin anda org yang baik, sangat yakin dan pasti anda akan menemukan istri yg baik pula seperti anda. saya senantiasa mendo'akan anda untuk bisa menemukan pasangan yang tepat, bukannya saya sok2 an dg mengacuhkan anda, perlu anda ketahui juga, saya seperti ini bukan krn benci pd anda, tp setiap laki2 yg merumitkan, maka saya akan bersikap tegas krn saya orngnya memang agak sedikit kaku kpd laki2, siapapun itu, bhkn ktk ada pejabat laki2 yg saya anggap kurng pas dlm bertindk, maka dg tegas saya akan mengingatkannya sekalipun pejabat. usaha/ikhtiar saya sudah saya lakukan dengan menawarkan ke teman2 saya, dan mengenalkan anda dg salah satu guru kepercayaan saya. mohon maaf hari ini perasaan saya sedang kacau krn banyak tugas, mungkin anda hari ini bertanya pada waktu dan kondisi yang kurang tepat. saya harap anda bisa mengerti, Insya Allah, jodoh yg baik hrus dijemput dg jalan yg baik pula dg cara2 dan tindakan2 yg baik yg tdk merugikan org lain. jdoh itu bs bertemu dimana sj dan kapan saja sekalipun tdk mungkin tp ketika Allah menakdirkan, maka jdoh itu tdk bisa ditolak, yakinlah pd Allah. krn saya pun yakin anda akan menemukan istri terbaik bagi anda.

       Dapat disimpulkan bahwa akhwat tersebut mudah terpancing emosi, padahal Alloh tengah menguji kesabarannya. namun di kalimatnya terakhir akhwat tersebut akhirnya mulai menyadari kesalahannya dengan mencoba menuliskan kalimat-kalimat positif. marah merupakan sifat manusiawi, oleh karena itu ketika sifat manusiawi itu muncul, Rasululloh SAW menganjurkan kita untuk duduk ketika marah muncul saat berdiri, dan berbaring ketika marah itu belum juga sirna. cara ampuh lainnya yakni dengan berwudhu. setelah dirasa sudah tenang, kemudian mulai memikirkan efek yang akan ditimbulkan kedepannya jika marah tersebut berwujud melalui suatu sikap dan tindakan. 
      Di sisi lain, perlu ada pemahaman bahwa di bagian di bumi ini terdapat akhwat-akhwat yang memiliki karakter Umar sepeti ini. Islam mengajarkan segala sesuatunya begitu sempurna, dalam kaitannya mengenai marah, subjek dipahami oleh syari'at sebagai sifat manusiawi tapi juga mengajarkan cara meredamnya kemudian objek diminta untuk mampu saling memahami satu sama lain kondisi dan keadaan subjek (aspek muamalah, ukhuwah dan itsar). tiada yang lebih baik dari menahan amarah dan tiada yang lebih indah dari memaafkan. :)

3 comments:

Apin Putra Riana said...

entahlah speechless, pasalnya apakah iyah, ada seorang ikhwan yg seperti itu? mungkin hanya permasalahan bahasa. tapi bagi saya, istilah ikhwan di sana kurang tepat.. dan apakah proses ta'aruf pun seperti itu.. setau saya, proses ta'aruf bukannya sama orang tua? trus fungsi dan peranan "akhwat" di sana seperti dan untuk apa?
apa hak akhwat di sana untuk menjadi "jembatan" jodoh antara ikhwan dan akhwat lainnya? apakah seperti itu dalam islam? heheheee

Runni Nurul Inayah said...

wah, kang pipin gak tau aja ada 'ikhwan' kyk gt. ikhwan disini mksdnya laki2 dlm bhs arab kan scr terjemah seperti itu, agak timpang msalnya runi sbutkan sbg akhwat galak vs lelaki galau. nah, itu dia saking emosinya akhwat yg satu ini g 'ngeh' kalau sebenarnya dia g berhak apalagi berkewajiban sbg 'jembatan' itu, makanya di akhir dia menyerahkan urusan itu kpd gurunya yg sesama 'ikhwan', tp ikhwan galau ini ttp keukeuh aja, sehingga bikin akhwatnya kesel, kekesalannya itu dia ekspresikan melalui kata2, yang pada intinya udh g bs bersabar lagi. wallohu alam

Apin Putra Riana said...

hahaha,, urusan jodoh emang rumit yah,, ^_^"